Tinggalkan komentar

Cerita Ke Blog Sendiri

menangis1Semua tak melihat aku menangis,

Menggenggam sebuah duka kehidupan,

Semua tak mampu terlukiskan dalam wajah,

Perjalanan yang jauh dari kebahagian.

Aku bersikap tenang,

Diikuti bayang kegelisahan,

Aku bercanda kepada mereka,

Sikap yang terus terjadi setiap waktu,

Semua tak pantas diceritakan,

Biarkan mereka tak akan pernah tahu,

Seorang gadis yang langkahnya tak berarah.

Hariku tak pernah berwarna dan bercahaya, Meski datangnya pelangi maupun mentari,
Aku bagaikan menunggu senjaku datang, Membawa raga dan jiwaku terpejam.

Menangis dikala hati sedih..? itu biasa bagiku, tapi tersenyum dengan tulus dikala hati..?  itu yang tidak pernah bisa aku lakukan. Dulu pernah aku melakukan hal tersebut kala dilanda sakit hati, mencoba tersenyum disaat itu. Mampu .. ? ya, namun diiringi dengan air mata yang berlinang dan senyuman yang jauh dari gambar ketulusan. Hidup ini memang pahit, selalu dikelilingi orang-orang yang bersandiwara. Aku sudah puas bahkan muak dengan derita yang tak kunjung lepas dariku..

Tapi sekarang mungkin aku mesti sadar bahwa hidup itu bukanlah penantian, penghianatan, ataupun penyesalan. Tapi perjuangan dan semangat untuk mencapai suatu yang di cita-citakan.

Biarlah orang berkata padaku apa tapi inilah aku hamba allah yang tak luput dari dosa dan kehilafan dan selalu mengharapkan ridho-Nya.

Karna tak ada seorangpun yang dapat melakukan sesuatu dengan sempurna, namun setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan sesuatau dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: