Tinggalkan komentar

Jangan Pernah Berhenti Untuk Berharap

Pernahkah kita mengeluh “Kenapa jodohku tak jua kunjung datang?”, padahal usia juga tak lagi muda. Atau, mungkin juga kita mengadu kepada-Nya, “Ya Allah kenapa Kau belum mempertemukanku dengan pendamping hidupku”, hingga air mata terus menitik menemani dikehingan malam dan dalam sujud panjang kita. Siang dan malam silih berganti, hari-haripun terus berlalu dan Allah pun belum juga menjawab semua doa dan ikhtiar kita. Malu? Mungkin saja. Teman-teman seusia sudah banyak yang menikah. Hanya kita seorang diri yang belum. Banyak argumen ditengah masyarakat awam pada umumnya, menganggap kita belum laku. Atau terkadang ada yang melontar dengan sinis “jual mahal”, karena dulu ada seseorang yang melamar kita menolaknya, karena belum baik dalam ibadahnya.

Resah. Barangkali yang sering kita rasakan tiap hari. Gundah dan gulana menjadi bagian rasa yang senantiasa menghimpit diri. Titik-titik air mata keluar mengiringi galaunya hati. Hidup rasanya sepi. Iri ketika melihat teman-teman sudah bergandengan dengan pasangan. Ah, kadang iri itu berlebihan, sehingga sedikit-demi sedikit kita menjauh dari pergaulan teman-teman kita. Malu rasanya jika ditengah orang-orang kita seorang yang belum menikah.

Sejenak mari kita bertafakur, mengingat-ingat kembali akan nikmat-Nya. Bagaimana Allah menjadikan kita hingga detik ini masih merasa bangga menjadi seorang muslim. Kita masih senantiasa teguh menjaga aurat untuk menjaga diri dari syahwat. Jangan sampai dalam hati kita terbesit gara-gara kita menutupi aurat, menjadikan orang lari dari kita, atau jodoh menjauh dari kita. Bukan. Bukan karena kita teguh menjaga agama kita, gigih menutup aurat jodoh kita sampai detik ini tak kunjung datang.

Perhatikanlah, ketika Allah berfirman dalam Al Qu’an,
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (QS. An Nisa (4): 1)
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar Ruum (30): 21)

Jelaslah dari ayat di atas bahwa ketika Allah menciptakan kita, Allah pun jua tengah menciptakan jodoh kita sebagai wujud ke Maha Besaran-Nya sehingga menjadikan kita merasakan ketenteraman dan kebahagiaan. Jika sampai detik ini kita belum juga bertemu dengan jodoh kita, barangkali Allah masih menguji sejauh mana kesabaran kita. Allah masih menyimpan rapat-rapat berita itu. Dan yakinlah biidznillah, suatu saat nanti Allah akan mengabarkan berita bahagia itu untuk kita.
Saudaraku, jangan pernah berhenti untuk berharap, dalam sujud dalam doa, dalam tiap ikhtiar kita. Biarkan air mata ini menitik atas kerasahan kita, suatu saat nanti air mata ini menitik karena bahagia. Biarkan saja bayang-bayang pernikahan itu hadir dalam kesunyian kita, suatu saat nanti ia akan menjadi wujud yang nyata. Biarkan banyak orang yang menyindir, suatu saat nanti mereka akan menyaksikan dan turut mendoakan atas pernikahan kita. Jangan pernah berhenti untuk berharap. Dan kini…


Sabarlah menunggu
janji ALLAh kan pasti
hadir tuk datang
menjemput hatimu

sabarlah menanti
usahlah ragu
kekasihkan datang sesuai dengan iman di hati

bila di dunia ia tiada
moga di syurga ia telah menanti
bila di dunia ia tiada
moga di syurga ia telah menunggu
(lirik al Maidany)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: