Tinggalkan komentar

Ibu dan Seorang Gadis

sumber : http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/ibu-dan-anak-sedang-berbincang-ilustrasi-_120909130123-499.jpgAisyah memiliki seorang anak gadis yang sangat pintar bernama Sabila. Kini Sabila lulus dari sebuah universitas terkemuka. Aisyah sungguh bangga kepadanya dan selalu berharap Sabila segera pulang ke rumah. Aisyah sangat merindukan Sabila.
Hari kedatangan Sabila tiba. Aisyah menunggunya di depan pintu rumah dengan senyum tulus. Setelah melepas rindu dengan memeluk Sabila, mereka duduk santai di depan rumah.

Aisyah yang beranjak tua, kagum dengan kecerdasan Sabila. Sabila bercerita tentang masa kuliahnya yang menarik. Sebenarnya, Aisyah tidak begitu memahami apa yang diceritakan Sabila.
”Jadi, apa gelar yang sekarang kaumiliki?” tanya Aisyah.
“Sarjana.” Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Menggapai Ketenangan Jiwa

puisi-sedihDalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri.

Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yang terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya, setiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa, banyak orang yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak Islami, sehingga bukan ketengan jiwa yang didapat tapi malah membawa kesemrautan dalam jiwanya itu. Untuk itu, secara tersurat, Al-Qur’an menyebutkan beberapa kiat praktis. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Jangan Pernah Hidup Dalam Mimpi

86Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memutuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup di tutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ‘ruang’ penglupan, diikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Jilbab Itu Indah

74Kamu tau kenapa saya suka wanita itu pakai jilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah diajak kompromi. Bisa dibayangkan bagaimana saya harus mengontrol mata saya jika saya ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk rumah lagi. Dan kamu tau? Di seharian disana apa lagi di kota yang ramai, kemana arah mata memandang selalu saja membuat mata saya terbelalak.🙂 Hanya dua arah yang bisa membuat saya tenang, mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah.
Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Kerjasama dan Kepedulian

networking_professionalsSuatu ketika di sebuah arena diadakan lomba lari 500 meter yang terdiri dari 25 orang putra berusia 12 tahun. Dari kejauhan nampak semuanya telah bersiap-siap menempati posisinya masing-masing untuk bersama-sama mengadu kecepatan larinya.

Lomba ini di adakan oleh salah satu lembaga pelatihan motivasi di salah satu daerah. Lembaga ini bertujuan mengembangkan ketangguhan pribadi peserta pada umumnya seperti kejujuran,kerjasama, kepedulian terhadap sesama, tanggung jawab, serta kemampuan mengatasi masalah-masalah hidup. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Menghadirkan Secercah Kesejahteraan

29Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi merekaa menu dan rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah. Hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? wanita itu terkekeh menjawab, ” Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun” tapi bukankan ia bisa menaikan harga sedikit? sekali lagi ia terkekeh, “lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjukan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja. Continue Reading »

Tinggalkan komentar

Kesempurnaan Tidak Mengajarkan Apapun

Di salah satu hari Minggu yang sepi di rumah, saya pernah teringat masa-masa kecil di desa yang sepi, kumuh dan jauh sekali dari kebanyakan ukuran kesempurnaan. Baju yang penuh debu, mainan semuanya terbuat dari bahan-bahan alam yang hanya dicuci oleh alam, kaki yang tidak memakai alas kaki, makan pakai tangan yang hanya dibersihkan baju.

Dalam banyak kesempatan mandi di kali, atau di sumber air pegunungan, sering berteriak ke orang-orang yang datang untuk tidak mendekat, sebab kami semua lagi telan­jang bulat. Ketika seorang teman yang uang sakunya sangat pas-pasan mencari uang dengan berjualan es keliling, saya pun menemaninya penuh kegembiraan. Continue Reading »

%d blogger menyukai ini: